> **Kata Pengantar**
>
>
Puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya, buku *“Peternakan Entok Modern: Dari Hobi Menjadi Sumber Penghasilan”* ini dapat tersusun.
>
> Buku ini hadir untuk memberikan wawasan, panduan praktis, sekaligus motivasi bagi para peternak, khususnya di pedesaan, yang ingin memanfaatkan peluang besar dari ternak entok. Dari hewan sederhana ini, kita dapat membangun harapan, membuka lapangan kerja, dan menambah sumber penghasilan keluarga.
>
> Harapan penulis, semoga buku ini dapat menjadi referensi bermanfaat bagi siapa saja yang ingin terjun dalam dunia peternakan entok, baik sebagai usaha sampingan maupun skala besar.
>
> Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, mendukung, dan menginspirasi dalam penyusunan buku ini. Kritik dan saran sangat penulis harapkan demi penyempurnaan di masa mendatang.
>
> Balapulang, 2025
>
> Hormat saya,
>
> **Pak Dhe Aryo**
---
📖 Buku: Peternakan Entok Modern – Dari Hobi Menjadi Sumber Penghasilan
## BAB 1 – PENDAHULUAN
Beternak unggas sudah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat, terutama di pedesaan. Salah satu jenis unggas yang semakin populer adalah **entok** (Cairina moschata). Entok dikenal sebagai unggas yang tahan penyakit, mudah dipelihara, serta memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selain sebagai sumber daging, entok juga memiliki keunggulan lain:
* Telur dapat ditetaskan menjadi DOD (Day Old Duck) dan dijual sebagai bibit.
* Kotorannya dapat diolah menjadi pupuk organik.
* Entok mampu beradaptasi dengan lingkungan tropis.
Potensi pasar entok semakin besar seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya daging sehat, rendah kolesterol, dan bercita rasa khas. Oleh karena itu, beternak entok bukan sekadar hobi, melainkan peluang bisnis yang menjanjikan.
---
## BAB 2 – SEJARAH DAN KARAKTERISTIK ENTOK
Entok berasal dari Amerika Selatan, kemudian menyebar ke Asia termasuk Indonesia. Dalam masyarakat pedesaan, entok sering dipelihara secara tradisional dengan sistem diumbar. Namun kini, banyak peternak mulai beralih ke sistem intensif.
**Ciri khas entok:**
*
Tubuh besar, dada bidang.
* Warna bulu bervariasi: putih, hitam, cokelat, atau kombinasi.
* Kepala jantan memiliki benjolan merah (caruncle).
* Suara entok lebih pelan dibanding bebek.
**Perbedaan entok vs bebek:**
| Aspek | Entok | Bebek |
| -------------- | ------------------- | ------------ |
| Suara | Pelan | Berisik |
| Daya tahan | Lebih kuat | Sedang |
| Pertumbuhan | Lambat | Cepat |
| Konsumsi pakan | Hemat | Lebih banyak |
| Rasa daging | Gurih, rendah lemak | Lebih amis |
---
## BAB 3 – PERSIAPAN BETERNak
Sebelum memulai, ada tiga hal penting: **lokasi, kandang, dan modal
**.
1. **Pemilihan Lokasi**
* Tenang, jauh dari kebisingan.
* Ada sumber air bersih.
* Akses mudah ke pasar atau konsumen.
2. **Kandang**
* Tipe panggung atau litter (lantai tanah/sekam).
* Ukuran ideal: 1 m² untuk 3–4 ekor entok.
* Harus ada area teduh dan area terbuka.
3. **Modal Awal (simulasi 20 ekor)**
* Bibit 20 ekor @Rp30.000 = Rp600.000
* Kandang sederhana = Rp1.500.000
* Pakan 3 bulan = Rp1.200.000
* Obat & vitamin = Rp200.000
* **Total modal = Rp3.500.000**
---
## BAB 4 – MANAJEMEN KANDANG
Kunci sukses beternak adalah
**kebersihan kandang**.
* **Desain kandang**: harus memiliki ventilasi, pencahayaan cukup, dan bebas genangan.
* **Peralatan kandang**: tempat pakan, minum, wadah grit, serta tempat bertelur.
* **Sanitasi**: lakukan pembersihan rutin, semprot desinfektan, serta pisahkan entok sakit.
---
## BAB 5 – PAKAN ENTOK
Entok dikenal hemat pakan karena dapat memanfaatkan hijauan, limbah dapur, hingga bekatul.
**Jenis pakan:**
* Dedak halus, jagung giling, bungkil kedelai.
* Hijauan: kangkung, azolla, daun pepaya.
* Suplemen: vitamin, mineral, kalsium.
**Rumus sederhana pakan buatan:**
* 40% jagung giling
* 30% dedak halus
* 20% bungkil kedelai
* 10% campuran vitamin & mineral
---
## BAB 6 – PEMBIBITAN DAN PERKAWINAN
Pemilihan indukan sangat penting.
**Ciri indukan unggul:**
* Jantan: tubuh besar, aktif, sehat.
* Betina: produktif, sering bertelur, sehat.
**Teknik perkawinan:**
* 1 jantan untuk 4–5 betina.
* Telur dikumpulkan untuk ditetaskan alami atau menggunakan mesin tetas.
---
## BAB 7 – PEMELIHARAAN ANAK ENTOK (DOD)
Masa paling rawan adalah saat entok masih berusia 1–30 hari.
* Gunakan pemanas (lampu pijar/bohlam).
* Pakan khusus starter: lebih halus dan bergizi tinggi.
* Jaga suhu kandang tetap hangat.
* Vaksinasi sesuai jadwal.
---
## BAB 8 – PEMELIHARAAN ENTOK DEWASA
Entok umur >3 bulan dapat dipelihara untuk produksi daging maupun pembibitan.
* **Pakan penggemukan**: jagung + dedak + konsentrat.
* **Air bersih**: wajib tersedia, entok suka bermain di air.
* **Kesehatan**: berikan ramuan herbal (daun pepaya, kunyit, temulawak).
---
## BAB 9 – KESEHATAN DAN PENYAKIT
Penyakit umum entok:
1. Berak kapur (white diarrhea).
2. Flu unggas.
3. Cacingan.
4. Snot (pilek unggas).
**Pencegahan:**
* Vaksinasi rutin.
* Kebersihan kandang.
* Pakan bergizi seimbang.
---
## BAB 10 – PEMASARAN & BISNIS
Strategi pemasaran entok:
* Jual daging segar di pasar.
* Jual entok hidup (siap potong).
* Jual DOD (anak entok umur sehari).
* Online shop & media sosial.
Contoh brand: **Satyamitra Unggas Farm** dengan tagline *“Membangun Harapan dari Seekor Entok”*.
---
## BAB 11 – STUDI KASUS USAHA ENTOK
Seorang peternak di Tegal memulai dengan 10 ekor indukan. Dalam 6 bulan, ia sudah bisa menjual DOD dan entok pedaging. Keuntungan rata-rata per bulan Rp2–3 juta.
**Analisis Keuntungan (100 ekor entok pedaging):**
* Modal bibit: Rp3.000.000
* Pakan & perawatan: Rp5.000.000
* Total modal: Rp8.000.000
* Panen (100 ekor @Rp120.000) = Rp12.000.000
* **Laba bersih = Rp4.000.000 / siklus 3 bulan**
---
## BAB 12 – TIPS SUKSES BETERNak
1. Fokus pada kualitas bibit.
2. Catat keuangan dengan rapi.
3. Manfaatkan limbah pakan & kotoran.
4. Bangun jaringan pemasaran.
5. Terus belajar dari pengalaman & komunitas.
---
---
# 📖 BAB 13 – MANAJEMEN INDUKAN & PERKAWINAN ENTOK
### 13.1 Pentingnya Manajemen Indukan
Indukan entok yang baik adalah **kunci keberhasilan pembiakan**. Indukan berkualitas akan menghasilkan anakan (DOD – Day Old Duck) yang sehat, pertumbuhannya cepat, dan lebih tahan penyakit. Kesalahan memilih indukan bisa berakibat fatal: produksi telur rendah, daya tetas kecil, dan anak entok mudah mati.
---
### 13.2 Ciri-ciri Indukan Jantan Berkualitas
1. Umur minimal 7–8 bulan.
2. Badan besar, tegap, dada bidang.
3. Bulu mengkilap, tidak kusam.
4. Suara keras dan nyaring.
5. Aktif dan agresif (jantan sehat biasanya suka mengejar betina).
6. Alat kelamin normal dan tidak cacat.
📌 Rasio ideal dalam kandang: **1 jantan : 4–5 betina**. Jika jantan terlalu sedikit → betina kurang terbuahi. Jika terlalu banyak → jantan sering berkelahi.
---
### 13.3 Ciri-ciri Indukan Betina Berkualitas
1. Umur minimal 6–7 bulan (sudah dewasa kelamin).
2. Produksi telur stabil dan rutin.
3. Bobot tubuh cukup (tidak terlalu kurus).
4. Tidak cacat kaki atau sayap.
5. Nafsu makan baik, gerak lincah.
6. Bulu rapi dan tidak rontok berlebihan.
---
### 13.4 Perawatan Indukan
Agar indukan tetap produktif, perawatan khusus diperlukan:
* **Pakan bernutrisi tinggi**: 50% konsentrat, 30% jagung giling, 20% dedak.
* **Vitamin & mineral**: terutama kalsium (untuk cangkang telur).
* **Kandang khusus indukan**: lebih luas dan tenang, agar entok betina nyaman bertelur.
* **Pemberian air bersih**: cukup banyak, karena entok suka bermain air.
---
### 13.5 Sistem Perkawinan Entok
#### 1. Perkawinan Alami
* Paling sering digunakan oleh peternak tradisional.
* Cukup mencampur jantan dan betina dengan rasio yang tepat.
* Biasanya terjadi secara alami, terutama pagi & sore hari.
Kelebihan: mudah, murah, tidak butuh alat.
Kekurangan: sulit dikontrol kualitas genetiknya.
---
#### 2. Perkawinan Terarah (Selective Breeding)
* Peternak memilih jantan dan betina terbaik (berdasarkan bobot, kesehatan, produktivitas).
* Jantan dan betina yang dipilih ditempatkan di kandang khusus.
* Hanya menghasilkan anakan dari indukan unggul.
Kelebihan: menghasilkan entok berkualitas tinggi.
Kekurangan: butuh kandang terpisah dan lebih banyak waktu.
---
#### 3. Perkawinan Silang (Crossbreeding)
* Mengawinkan entok lokal dengan entok manila/entok impor.
* Hasilnya disebut **hibrida/mule duck** (lebih cepat besar, daging tebal).
* Namun mule duck biasanya **mandul** (tidak bisa bertelur atau menetas).
Kelebihan: pertumbuhan cepat, cocok untuk pedaging.
Kekurangan: tidak bisa dijadikan indukan jangka panjang.
---
### 13.6 Manajemen Produksi Telur
Agar produksi telur indukan optimal:
1. Pastikan pencahayaan cukup (minimal 14 jam/hari).
2. Beri pakan tinggi protein (16–18%).
3. Sediakan tempat bertelur yang nyaman (kotak kayu, sekam kering).
4. Ambil telur setiap pagi agar tidak pecah/terinjak.
5. Telur untuk ditetaskan harus bersih, tidak retak, dan bentuknya normal.
---
### 13.7 Seleksi Telur untuk Tetas
Telur yang baik untuk ditetaskan memiliki ciri:
* Ukuran sedang (tidak terlalu besar/kecil).
* Kulit cangkang mulus, tidak tipis.
* Bentuk oval sempurna.
* Tidak kotor, bebas feses/kotoran.
* Telur disimpan tidak lebih dari 7 hari sebelum ditetaskan.
📌 Telur bisa diuji dengan **candling (peneropongan)** menggunakan lampu senter → terlihat isi telur (ada embrio atau tidak).
---
### 13.8 Pencatatan Perkawinan & Produksi
Peternak sebaiknya membuat catatan:
* Nama/kode indukan jantan dan betina.
* Jumlah telur yang dihasilkan.
* Jumlah telur yang menetas.
* Kualitas anak entok yang lahir.
Dengan pencatatan ini, peternak bisa tahu indukan mana yang produktif dan mana yang kurang.
---
13.9 Tips Sukses Breeding Entok
1. Gunakan **jantan dan betina dari garis keturunan berbeda** (hindari perkawinan sedarah/inbreeding).
2. Jaga kebersihan kandang indukan.
3. Beri pakan bernutrisi dan vitamin penambah fertilitas.
4. Periksa kualitas telur secara rutin.
5. Ganti indukan yang sudah tua (lebih dari 3–4 tahun biasanya produksi telur menurun).
---
* Foto indukan jantan & betina berkualitas.
* Tabel pakan harian untuk indukan.
* Contoh catatan breeding (buku pencatatan).
* Studi kasus hasil perkawinan silang entok pedaging.
---
---
# 📖 BAB 14 – PEMELIHARAAN ANAK ENTOK (DOD – DAY OLD DUCK)
### 14.1 Pentingnya Masa Awal Pemeliharaan
Masa awal (0–4 minggu) merupakan fase paling kritis dalam budidaya entok. Kematian anak entok (DOD) biasanya tinggi jika manajemen tidak baik. Oleh karena itu, peternak harus memperhatikan **suhu, pakan, air, kebersihan, dan perlindungan penyakit**.
---
### 14.2 Persiapan Kandang DOD
Sebelum anak entok datang/menetas, kandang harus dipersiapkan:
1. **Brooder/indukan buatan** → lampu pijar, pemanas gas, atau listrik untuk menjaga suhu.
2. **Alas kandang** → gunakan sekam kering, jerami, atau karpet khusus. Ganti setiap 2–3 hari.
3. **Pagar kandang** → melingkar agar anak entok tidak berdesakan di sudut (mengurangi resiko mati terjepit).
4. **Tempat makan dan minum** → disesuaikan dengan ukuran anak entok (wadah jangan terlalu dalam agar tidak tercebur).
5. **Kebersihan** → semprot kandang dengan desinfektan 1–2 hari sebelum digunakan.
---
### 14.3 Suhu dan Pencahayaan
* Umur 1–7 hari → suhu 32–35°C.
* Umur 8–14 hari → suhu 28–30°C.
* Umur 15–21 hari → suhu 25–28°C.
* Umur 22–28 hari → suhu 23–25°C.
📌 Tanda-tanda suhu ideal:
* Jika terlalu dingin → anak entok bergerombol di bawah lampu.
* Jika terlalu panas → anak entok menjauh dari lampu, terengah-engah.
* Jika pas → anak entok menyebar merata di kandang.
---
### 14.4 Pakan untuk Anak Entok
Anak entok butuh pakan berkualitas tinggi karena organ tubuhnya masih berkembang.
1. **0–7 hari**
* Pakan: crumble starter (protein 20–22%).
* Bisa juga dicampur kuning telur rebus halus.
* Air minum dicampur vitamin & gula merah (menambah energi).
2. **8–21 hari**
* Pakan: pakan starter campur jagung giling halus.
* Bisa ditambahkan pelet halus.
3. **22–30 hari**
* Pakan: dedak halus + konsentrat + jagung (perbandingan 3:3:4).
* Tambahkan hijauan (daun pepaya, kangkung, azolla).
---
### 14.5 Manajemen Air Minum
* Air harus selalu tersedia, bersih, dan segar.
* Jangan gunakan wadah air terlalu besar → anak entok bisa tercebur dan mati kedinginan.
* Tambahkan vitamin, probiotik, atau elektrolit pada minggu pertama.
---
### 14.6 Kesehatan dan Vaksinasi
* Anak entok rentan terkena **pilek, berak putih, dan diare**.
* Pencegahan: kebersihan, pakan segar, dan air minum bersih.
* Vaksinasi:
* Umur 7–10 hari: vaksin ND (tetelo) tetes mata/hidung.
* Umur 21–25 hari: vaksin ulang ND + vaksin flu burung (AI) bila daerah rawan.
---
### 14.7 Perkembangan Berat Badan Ideal Anak Entok
| Umur (hari) | Berat Rata-rata (gram) | Keterangan |
| ----------- | ---------------------- | ----------------------------------- |
| 1 hari | 35–40 g | Baru menetas |
| 7 hari | 80–100 g | Mulai aktif |
| 14 hari | 180–200 g | Bulu mulai tumbuh |
| 21 hari | 350–400 g | Bisa dilepas dari brooder |
| 30 hari | 700–800 g | Siap dipindah ke kandang pembesaran |
---
### 14.8 Pemindahan ke Kandang Pembesaran
Setelah umur 4 minggu, anak entok sudah cukup kuat untuk dipindahkan.
* Kandang lebih luas, ventilasi baik, ada kolam/air dangkal.
* Pakan bisa diturunkan proteinnya (15–18%) karena sudah tidak terlalu butuh protein tinggi.
* Bisa digabung dalam kelompok 20–30 ekor/kandang.
---
### 14.9 Masalah yang Sering Terjadi pada DOD
1. **Kematian mendadak** → biasanya karena kedinginan atau terinjak.
2. **Diare** → air minum kotor atau pakan basi.
3. **Pertumbuhan lambat** → pakan tidak cukup nutrisi.
4. **Kanibalisme (mematuk bulu)** → kepadatan kandang terlalu tinggi.
Solusi: jaga suhu, kepadatan, pakan, dan kebersihan.
---
### 14.10 Tips Sukses Pemeliharaan DOD
* Jangan mencampur DOD umur berbeda dalam satu kandang.
* Gunakan lampu pijar/bohlam sebagai pemanas.
* Berikan probiotik alami (air rebusan jahe, kunyit, temulawak dosis kecil).
* Lakukan kontrol harian (pakan, air, suhu, kondisi fisik).
* Catat jumlah masuk, mati, dan tumbuh setiap minggu.
---
👉 BAB 14 ini bisa diperluas hingga **20–25 halaman** dengan tambahan:
* Foto kandang brooder.
* Diagram suhu pemeliharaan.
* Tabel ransum pakan mingguan.
* Studi kasus mortalitas anak entok dan solusinya.
---
---
# 📖 BAB 15 – PEMBESARAN ENTOK (GROWER HINGGA SIAP PANEN)
### 15.1 Pentingnya Fase Pembesaran
Fase pembesaran adalah periode **umur 1–4 bulan**, di mana entok mengalami pertumbuhan pesat. Pada fase ini, kebutuhan nutrisi tinggi, manajemen kandang harus lebih luas, dan kesehatan tetap dijaga agar angka mortalitas rendah.
Tujuan utama fase pembesaran adalah:
1. Menghasilkan entok dengan bobot badan ideal.
2. Menyiapkan calon entok indukan yang sehat.
3. Mengurangi resiko kerugian akibat pertumbuhan tidak optimal.
---
### 15.2 Persiapan Kandang Pembesaran
Setelah umur 1 bulan, entok dipindahkan ke kandang lebih besar.
**Jenis kandang yang bisa digunakan:**
1. **Kandang litter**
* Lantai ditutup sekam/jerami.
* Mudah dibersihkan, cocok untuk jumlah banyak.
2. **Kandang koloni dengan halaman**
* Ada ruang terbuka + kolam dangkal.
* Memberi ruang gerak lebih bebas.
3. **Kandang panggung**
* Lantai dari bambu/kawat, kotoran langsung jatuh.
* Lebih higienis, tapi biaya lebih tinggi.
📌 Luas kandang:
* 1 m² dapat menampung 5–6 ekor entok pembesaran.
* Untuk 50 ekor → butuh minimal 10 m².
---
### 15.3 Pakan untuk Fase Grower
Entok umur 1–4 bulan tidak lagi membutuhkan protein setinggi DOD. Fokus pakan adalah **pertumbuhan daging** dan kesehatan tubuh.
**Komposisi ransum harian (umur 1–3 bulan):**
* Jagung giling: 40%
* Dedak halus: 30%
* Konsentrat protein (ayam/itik): 20%
* Hijauan (daun pepaya, kangkung, azolla, genjer): 10%
**Umur 3–4 bulan (siap panen/indukan):**
* Jagung giling: 50%
* Dedak: 30%
* Konsentrat: 10%
* Hijauan: 10%
💡 Tips:
* Berikan pakan 3 kali sehari (pagi, siang, sore).
* Hijauan sebaiknya dipotong kecil agar mudah dimakan.
* Tambahkan suplemen mineral (tepung tulang, kulit kerang, atau kapur pakan).
---
### 15.4 Air dan Kolam
Entok sangat suka bermain air. Penyediaan kolam atau wadah air penting untuk:
* Membantu pencernaan.
* Membuat bulu bersih & sehat.
* Mengurangi stress.
Namun, hindari kolam terlalu dalam untuk entok muda. Air cukup sedalam 10–20 cm.
---
### 15.5 Kesehatan dan Pencegahan Penyakit
Pada fase pembesaran, entok lebih tahan dibanding saat masih DOD, tapi tetap ada risiko penyakit.
**Penyakit umum fase grower:**
1. **Berak hijau** → pakan basi/air kotor.
2. **Snot/pilek unggas** → udara lembab & kotor.
3. **Cacingan** → jarang diberi obat cacing, kandang lembab.
**Pencegahan:**
* Pemberian obat cacing setiap 2 bulan.
* Pembersihan kandang 2–3 kali seminggu.
* Pemberian vaksin AI (flu burung) bila daerah rawan.
* Tambahan herbal (temulawak, jahe, kunyit) untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
---
### 15.6 Pertumbuhan Bobot Badan Entok
| Umur (bulan) | Berat Rata-rata (kg) | Keterangan |
| ------------ | -------------------- | ----------------------- |
| 1 bulan | 0,7 – 0,9 kg | Mulai kuat, bulu tumbuh |
| 2 bulan | 1,3 – 1,5 kg | Masa pembesaran cepat |
| 3 bulan | 2,0 – 2,2 kg | Siap dijual konsumsi |
| 4 bulan | 2,5 – 3,0 kg | Cocok untuk indukan |
---
### 15.7 Seleksi Entok Siap Panen dan Indukan
1. **Untuk panen konsumsi:**
* Umur 2,5–3,5 bulan.
* Berat minimal 2 kg.
* Bulu sudah tumbuh sempurna.
2. **Untuk calon indukan:**
* Umur minimal 4 bulan.
* Sehat, aktif, tidak cacat.
* Bobot jantan minimal 3 kg, betina minimal 2,5 kg.
---
### 15.8 Manajemen Kepadatan
Kepadatan terlalu tinggi → pertumbuhan lambat, mudah sakit.
Ideal:
* 5 ekor/m² (dengan kolam).
* 3–4 ekor/m² (tanpa kolam).
---
### 15.9 Analisis Ekonomi Fase Pembesaran
Contoh perhitungan untuk 100 ekor entok grower:
* Pakan selama 3 bulan: Rp 2.500.000
* Obat/vitamin: Rp 300.000
* Kandang & listrik: Rp 200.000
* Total biaya: Rp 3.000.000
Jika panen umur 3 bulan → rata-rata 2 kg/ekor.
Harga jual Rp 60.000/ekor → Rp 6.000.000.
**Keuntungan kotor: Rp 3.000.000.**
---
### 15.10 Tips Sukses Fase Grower
* Berikan pakan teratur & seimbang.
* Jangan pelit memberi hijauan → murah, sehat, mempercepat gemuk.
* Lakukan pencatatan pertumbuhan berat badan mingguan.
* Jaga kepadatan kandang agar tidak stress.
* Kolam kecil sangat membantu kesehatan & produktivitas.
---
📖 BAB 16 – MANAJEMEN INDUKAN & PERKAWINAN ENTOK
### 16.1 Pentingnya Manajemen Indukan
Keberhasilan beternak entok sangat bergantung pada **kualitas indukan**. Indukan yang baik akan menghasilkan **DOD sehat, pertumbuhan cepat, dan angka kematian rendah**.
Kesalahan memilih indukan bisa berakibat fatal: produktivitas rendah, bibit lemah, dan biaya membengkak.
---
### 16.2 Seleksi Indukan Jantan
Ciri-ciri jantan yang bagus untuk dijadikan pejantan:
* Umur minimal 6 bulan.
* Bobot badan ≥ 3 kg.
* Postur tubuh tegap, dada lebar, kaki kokoh.
* Nafsu makan baik.
* Bulu mengkilap, sehat, tidak kusam.
* Tidak cacat fisik (sayap patah, kaki pincang, paruh rusak).
* Aktif, gesit, dan agresif saat mendekati betina.
**Perbandingan ideal pejantan : betina = 1 : 5–7 ekor.**
---
### 16.3 Seleksi Indukan Betina
Ciri-ciri betina yang baik untuk produksi telur:
* Umur minimal 5 bulan.
* Bobot badan ≥ 2,5 kg.
* Perut elastis dan lembut, pertanda produktif.
* Dubur lebar (bukaan kloaka bagus).
* Produksi telur stabil, rata-rata 60–100 butir per tahun.
* Rajin mengeram (untuk sistem alami).
---
### 16.4 Pola Perkawinan Entok
Entok dikenal memiliki **insting perkawinan yang kuat**. Namun, manajemen tetap diperlukan agar hasil lebih maksimal.
**Jenis perkawinan:**
1. **Perkawinan alami (natural mating)**
* Entok jantan dibiarkan kawin bebas dengan betina.
* Umumnya dilakukan di kandang koloni.
* Efektif untuk skala kecil–menengah.
2. **Perkawinan terkontrol (controlled mating)**
* Peternak mengatur jantan mana yang kawin dengan betina tertentu.
* Mencegah perkawinan sedarah (inbreeding).
* Cocok untuk pembibitan unggulan.
3. **Crossbreeding (silangan)**
* Entok jantan dikawinkan dengan betina bebek biasa → menghasilkan *Itik Serati/Mojosari Alabio*.
* Hasil silangan lebih cepat besar, tapi steril (tidak bisa diternakkan lagi).
* Cocok untuk tujuan daging pedaging super.
---
### 16.5 Siklus Bertelur Entok
* Umur pertama kali bertelur: **6–7 bulan**.
* Produksi telur per tahun: **60–120 butir** (tergantung manajemen).
* Masa mengeram: **30–35 hari**.
* Setelah menetas, betina biasanya istirahat 2–3 bulan sebelum bertelur lagi.
---
### 16.6 Perawatan Indukan Betina Bertelur
Agar produksi telur tinggi, lakukan:
1. **Pakan tinggi protein (16–20%)** → jagung, dedak, kacang tanah, konsentrat.
2. **Tambahan kalsium** → tepung kerang, kapur pakan, kulit telur ditumbuk.
3. **Kandang bertelur nyaman**:
* Kotak/nest box ukuran 40×40×40 cm.
* Lantai dilapisi jerami kering.
* Satu kotak bisa dipakai 2–3 ekor betina.
---
### 16.7 Pencegahan Perkawinan Sedarah (Inbreeding)
Bahaya inbreeding:
* Anak entok lemah.
* Pertumbuhan lambat.
* Produksi telur menurun.
* Rentan penyakit.
**Cara mencegah:**
* Catat silsilah indukan.
* Gunakan pejantan dari luar kandang setiap 6–12 bulan.
* Jangan kawinkan entok dari satu induk yang sama.
---
### 16.8 Tanda-tanda Entok Betina Siap Kawin
* Mengeluarkan suara khas lebih sering.
* Lebih aktif, sering mengibas-ngibaskan sayap.
* Dubur terlihat lebih basah/lentur.
* Sering mendekati jantan.
---
### 16.9 Perawatan Setelah Kawin
Setelah kawin, betina harus diberi perhatian khusus agar segera bertelur:
* Tambahkan pakan berprotein tinggi.
* Pastikan tersedia air minum bersih.
* Minimalkan stres (hindari suara keras, predator, atau perubahan kandang mendadak).
---
### 16.10 Catatan Produksi Indukan
📒 Peternak dianjurkan membuat buku catatan:
* Tanggal mulai kawin.
* Jumlah telur dihasilkan per indukan.
* Tanggal mulai mengeram.
* Jumlah anak menetas.
* Catatan kesehatan indukan.
Dengan pencatatan ini, bisa diketahui indukan mana yang produktif, mana yang perlu diganti.
---
👉 BAB 16 ini bisa dikembangkan menjadi **15–20 halaman** dengan tambahan:
* Foto pejantan & betina ideal.
* Skema kandang perkawinan.
* Diagram siklus produksi telur entok.
* Studi kasus perbandingan perkawinan alami vs crossbreeding.
---
---
# 📖 BAB 17 – PRODUKSI TELUR & MANAJEMEN PENETASAN
### 17.1 Pentingnya Produksi Telur
Dalam beternak entok, telur memiliki dua fungsi utama:
1. **Sebagai bibit (fertil)** → ditetaskan untuk menghasilkan DOD (Day Old Duck).
2. **Sebagai konsumsi (non-fertil)** → dijual untuk kebutuhan rumah tangga atau industri makanan.
Peternak yang ingin fokus pada pembibitan harus mengutamakan **telur fertil** (dibuahi pejantan). Sementara untuk produksi konsumsi, fokus pada **jumlah telur** dan **kualitas rasa**.
---
### 17.2 Faktor yang Mempengaruhi Produksi Telur
Beberapa faktor penting yang memengaruhi produktivitas telur entok:
* **Genetik**: Indukan unggul akan menghasilkan produksi telur lebih tinggi.
* **Umur**: Produksi optimal pada umur 1–3 tahun. Setelah 4 tahun, produktivitas menurun.
* **Pakan**: Protein, kalsium, dan vitamin memengaruhi jumlah serta kualitas telur.
* **Kesehatan**: Indukan sakit, stres, atau kekurangan nutrisi akan menurun produktivitasnya.
* **Manajemen kandang**: Cahaya, ventilasi, dan kebersihan sangat berpengaruh.
---
### 17.3 Produksi Telur Entok
* Rata-rata **60–120 butir/tahun** per betina.
* Masa bertelur: **30–40 butir per periode**, kemudian istirahat ±2 bulan.
* Berat telur: **65–85 gram**.
* Warna cangkang: putih kebiruan hingga hijau pucat.
---
### 17.4 Kualitas Telur Fertil
Telur fertil yang baik untuk ditetaskan memiliki ciri-ciri:
* Bentuk oval sempurna, tidak lonjong berlebihan.
* Berat 65–80 gram (tidak terlalu kecil atau besar).
* Kulit mulus, tidak retak.
* Warna cangkang cerah, tidak terlalu tipis.
* Saat diteropong (candling), terlihat kantung udara normal.
---
### 17.5 Manajemen Pengumpulan Telur
* Kumpulkan telur **2 kali sehari** (pagi & sore).
* Simpan dengan posisi **ujung tumpul di atas**.
* Hindari mencuci telur sebelum ditetaskan (kecuali kotor parah, cukup dilap lembut).
* Simpan telur di suhu **18–20°C** dengan kelembaban 75–80%.
* Jangan simpan lebih dari 7 hari, karena tingkat daya tetas menurun.
---
### 17.6 Penetasan Alami
Penetasan alami dilakukan dengan membiarkan induk betina **mengerami telur**.
**Kelebihan**:
* Murah (tidak perlu mesin tetas).
* Induk mengurus anak setelah menetas.
* Lebih alami dan minim perawatan.
**Kekurangan**:
* Jumlah terbatas (20–25 butir per induk).
* Tidak semua betina rajin mengeram.
* Tidak seragam menetasnya.
**Tips penetasan alami**:
* Pilih induk yang rajin mengeram.
* Sediakan sarang berjerami di tempat tenang.
* Pastikan induk diberi pakan & air dekat sarang.
* Telur mulai menetas pada hari ke-30–35.
---
### 17.7 Penetasan Buatan (Mesin Tetas)
Penetasan buatan menggunakan **mesin tetas** agar hasil lebih banyak dan seragam.
**Syarat mesin tetas yang baik**:
* Suhu stabil: **37,5–38°C**.
* Kelembaban 60–70% (awal), naik 80% (3 hari terakhir).
* Ada sistem pembalik telur otomatis/manual.
* Ventilasi cukup untuk pertukaran oksigen.
**Langkah-langkah penetasan buatan**:
1. Pilih telur fertil yang berkualitas.
2. Simpan max 7 hari sebelum dimasukkan ke mesin.
3. Atur suhu mesin tetas di 37,5–38°C.
4. Jaga kelembaban sesuai fase inkubasi.
5. Balik telur minimal 3–5 kali sehari (jika manual).
6. Pada hari ke-28 hentikan pembalikan.
7. Hari ke-30–35 telur akan menetas.
---
### 17.8 Perbandingan Penetasan Alami vs Buatan
| Faktor | Alami | Buatan (Mesin Tetas) |
| ---------------- | ------------- | --------------------------- |
| Jumlah telur | 15–25 butir | 50–1000 butir (skala besar) |
| Biaya | Murah | Butuh modal mesin |
| Hasil menetas | Tidak seragam | Seragam & massal |
| Perawatan DOD | Induk merawat | Peternak merawat |
| Risiko kegagalan | Sedang | Rendah jika terkontrol |
---
### 17.9 Masalah Umum dalam Penetasan
* **Telur tidak menetas** → kemungkinan infertil atau suhu salah.
* **Embrio mati di pertengahan** → kelembaban tidak stabil.
* **DOD cacat** → telur terlalu tua atau suhu terlalu panas.
* **Menetas tidak serentak** → telur tidak seumur, atau pembalikan kurang.
---
### 17.10 Catatan Produksi Penetasan
Peternak sebaiknya mencatat:
* Jumlah telur ditetaskan.
* Jumlah menetas.
* Persentase keberhasilan (% daya tetas).
* Faktor penyebab kegagalan.
Dengan begitu, sistem dapat dievaluasi untuk meningkatkan hasil penetasan di periode berikutnya.
---
👉 BAB 17 ini bisa dikembangkan menjadi **15–20 halaman** dengan tambahan:
* Foto contoh telur fertil vs infertil.
* Diagram alur penetasan dengan mesin tetas.
* Studi kasus perbandingan hasil alami & buatan.
* Jadwal pengaturan suhu/kelembaban harian.
---
---
# 📖 BAB 18 – PEMELIHARAAN DOD (DAY OLD DUCK)
### 18.1 Apa Itu DOD?
DOD (Day Old Duck) adalah anak entok umur 1 hari yang baru menetas.
Masa ini sangat penting karena tingkat **kematian (mortalitas)** masih tinggi jika tidak dirawat dengan benar.
DOD yang baik:
* Bergerak lincah.
* Bulu kering, halus, dan tidak lengket.
* Mata jernih dan bersinar.
* Kaki kokoh, berdiri tegap.
* Nafsu makan tinggi.
---
### 18.2 Masa Kritis DOD
* **Umur 1–14 hari** adalah masa paling rentan.
* Penyebab utama kematian: suhu dingin, dehidrasi, pakan tidak sesuai, penyakit, dan stres.
* Karena itu, **brooder (pemanas)** wajib ada pada kandang DOD.
---
### 18.3 Kandang untuk DOD
Kandang DOD disebut **brooder house**.
**Syarat kandang DOD**:
* Suhu hangat (30–32°C minggu pertama).
* Lantai kering, tidak licin (gunakan sekam padi).
* Ventilasi cukup, tapi tanpa angin langsung.
* Ada lampu pemanas (bohlam / gasolec / listrik).
* Kepadatan:
* Minggu 1 → 40–50 ekor/m².
* Minggu 2 → 30–35 ekor/m².
* Minggu 3 → 20–25 ekor/m².
* Minggu 4 → 15 ekor/m².
---
### 18.4 Suhu & Pemanas
Suhu ideal:
* Minggu 1 → 30–32°C
* Minggu 2 → 28–30°C
* Minggu 3 → 26–28°C
* Minggu 4 → 24–26°C
Tanda DOD nyaman:
* **Suhu pas** → anak menyebar merata.
* **Terlalu dingin** → anak bergerombol dekat lampu.
* **Terlalu panas** → anak menjauh dari lampu, sayap terbuka, nafas cepat.
---
### 18.5 Pakan untuk DOD
1. **Hari 1–3** → air minum + gula merah/larutan elektrolit.
2. **Hari 3–7** → mulai diberi pakan *starter* (BR1 / pakan khusus unggas kecil, protein ±20–22%).
3. **Hari 8–30** → pakan konsentrat + campuran dedak halus/jagung giling.
Pemberian pakan:
* **Ad libitum** (selalu tersedia).
* Air minum bersih wajib tersedia.
---
### 18.6 Vaksinasi & Kesehatan
Program vaksinasi sederhana:
* **Hari 4–5** → vaksin tetelo (ND) tetes mata/hidung.
* **Hari 14** → vaksin ulang ND atau kombinasi dengan kolera.
* Obat cacing diberikan mulai umur 3 minggu.
Pencegahan penyakit lain:
* Jaga kandang tetap kering & hangat.
* Beri multivitamin pada air minum.
* Pisahkan DOD sakit dari kelompok.
---
### 18.7 Manajemen Kesehatan DOD
Masalah umum pada DOD:
* **Berak putih/kuning** → tanda infeksi bakteri (beri antibiotik ringan).
* **Kaki pincang/lumpuh** → kekurangan vitamin D & kalsium.
* **Kurus & bulu kusam** → pakan kurang protein.
---
### 18.8 Peralihan ke Kandang Grower
Umur **3–4 minggu**, DOD bisa dipindah ke kandang pembesaran (grower house).
Tanda siap pindah:
* Bulu mulai tumbuh lengkap.
* Tubuh kuat, tidak bergantung pada pemanas.
* Nafsu makan stabil.
---
### 18.9 Catatan Pemeliharaan DOD
Peternak sebaiknya mencatat:
* Jumlah DOD masuk kandang.
* Jumlah mati per hari.
* Berat badan mingguan.
* Konsumsi pakan per minggu.
Dengan pencatatan, peternak dapat menilai apakah manajemen sudah baik.
---
### 18.10 Ringkasan
* DOD butuh **pemanas, pakan berkualitas, air bersih, dan perlindungan penyakit**.
* Mortalitas bisa ditekan <5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang="">3 bulan, untuk mencegah kawin terlalu dini.
* **Pengumbaran**: Biarkan mencari pakan tambahan di pekarangan untuk menghemat biaya.
---
### 19.7 Bobot Badan Standar
* Umur 1 bulan: 300–400 gram
* Umur 2 bulan: 800–1.000 gram
* Umur 3 bulan: 1,2–1,5 kg
* Umur 4 bulan: 1,8–2,2 kg
Jika bobot di bawah standar, berarti pakan & manajemen kurang baik.
---
### 19.8 Persiapan Menuju Masa Produksi
Umur 5–6 bulan entok mulai memasuki fase dewasa:
* Betina siap bertelur.
* Jantan siap kawin.
Persiapan yang harus dilakukan:
* Pisahkan calon indukan dari entok pedaging.
* Perbaiki kualitas pakan dengan tambahan vitamin & mineral.
* Siapkan sarang bertelur di kandang betina.
---
### 19.9 Ringkasan
* Masa grower adalah **fase kritis untuk pembentukan tubuh**.
* Kunci sukses: **pakan seimbang, lingkungan sehat, pencatatan bobot badan, dan pencegahan penyakit**.
* Entok yang dipelihara baik akan siap masuk masa produksi dengan kondisi sehat dan bobot ideal.
--- 5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang="">
5>
5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang="">---
# 📖 BAB 20 – PEMELIHARAAN ENTOK DEWASA & MASA PRODUKSI TELUR 5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang="">
5>
5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang=""> ### 20.1 Umur Mulai Produksi
* Entok betina mulai bertelur pada umur **6–7 bulan**.
* Produksi normal: 80–120 butir/tahun/induk.
* Lama bertelur sekitar 4–5 bulan, lalu istirahat (molting).
### 20.2 Kebutuhan Pakan
* Protein: 16–18%
* Energi: 2.700–2.900 Kkal/kg
* Kalsium: 3–4% (untuk pembentukan cangkang)
* Fosfor: 0,8–1%
📌 Pakan harian: 150–180 gram/ekor.
### 20.3 Kandang Indukan
* Sediakan **sarang bertelur** ukuran 40×40×40 cm, dilapisi jerami kering.
* 1 sarang untuk 3–4 ekor betina.
* Ventilasi baik, lantai kering, ada tempat mandi.
### 20.4 Pencahayaan
* Entok butuh cahaya 14 jam/hari untuk produksi maksimal.
* Tambahkan lampu di kandang jika hari gelap.
### 20.5 Manajemen Produksi
* Telur dikumpulkan setiap pagi.
* Telur untuk konsumsi → disimpan dalam suhu sejuk.
* Telur untuk penetasan → disimpan max 7 hari, posisi miring, dibalik tiap hari.
---
# 📖 BAB 21 – PRODUKSI DAGING (ENTOK PEDAGING)
### 21.1 Masa Panen
* Entok pedaging ideal dipanen umur **3–4 bulan** dengan bobot 1,8–2,5 kg.
* Jika lebih lama, biaya pakan tidak sebanding dengan pertambahan bobot.
### 21.2 Kualitas Daging
* Daging entok dikenal lebih gurih, rendah lemak, dan berserat halus.
* Banyak disukai sebagai alternatif bebek atau ayam kampung.
### 21.3 Manajemen Panen
* Puasakan 6–8 jam sebelum disembelih.
* Proses penyembelihan sesuai syariat halal.
* Daging bisa dijual segar, beku, atau olahan (abon, bakso, sate, rica-rica). 5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang=""> ---
# 📖 BAB 22 – HAMA & PENYAKIT ENTOK 5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang=""> ### 22.1 Hama
* Tikus → merusak pakan, memakan telur.
* Semut → menyerang DOD.
* Ular → memakan entok kecil.
### 22.2 Penyakit Utama
1. **Kolera unggas** (Pasteurellosis) → kematian mendadak.
* Pencegahan: vaksin, kebersihan kandang.
2. **Cacar unggas** → luka pada kulit & paruh.
* Pencegahan: vaksin cacar.
3. **Aspergillosis** (jamur) → sesak napas.
* Pencegahan: pakan kering, gudang tidak lembap.
4. **Cacingan** → pertumbuhan lambat.
* Pencegahan: obat cacing tiap 3 bulan. 5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang=""> ---
# 📖 BAB 23 – STRATEGI PEMASARAN
### 23.1 Produk yang Bisa Dijual
* DOD (anak entok umur 1–7 hari).
* Entok remaja umur 2–3 bulan.
* Entok pedaging siap sembelih.
* Telur konsumsi.
* Telur tetas.
* Olahan daging (bakso, abon, sate).
### 23.2 Cara Pemasaran
* Pasar tradisional & pedagang keliling.
* Warung makan & restoran.
* Media online: Facebook, Instagram, WhatsApp.
* Marketplace: Tokopedia, Shopee, OLX.
### 23.3 Branding Usaha
* Buat nama usaha/brand (contoh: **Satyamitra Ungas Farm**).
* Logo + kemasan menarik.
* Layanan pelanggan ramah & cepat.5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang="">
5>
5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang=""> ---
# 📖 BAB 24 – ANALISA USAHA TERNAK ENTOK 5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang="">
5>
5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang=""> ### 24.1 Modal Awal (Skala Kecil, 20 ekor)
* Kandang sederhana: Rp 2.000.000
* Indukan 20 ekor (15 betina + 5 jantan): Rp 3.000.000
* Pakan & vitamin 3 bulan: Rp 1.500.000
* Lain-lain: Rp 500.000
👉 **Total Modal Awal = Rp 7.000.000**
### 24.2 Potensi Pendapatan
* Telur 15 betina × 100 butir/tahun = 1.500 butir.
* Jika 1 butir Rp 3.000 → Rp 4.500.000.
* Penjualan entok pedaging 50 ekor × Rp 80.000 = Rp 4.000.000.
👉 **Total pendapatan = Rp 8.500.000/tahun.**
### 24.3 Keuntungan
* Pendapatan Rp 8.500.000 – Modal Rp 7.000.000 = Rp 1.500.000/tahun.
* Skala besar lebih menguntungkan (ekonomi skala).5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang="">
5>
5>
<5 ---="" 1.="" 10="" 15="" 18="" 19.1="" 19.2="" 19.3="" 19.4="" 19.5="" 19.6="" 19="" 2.600="" 2.="" 20="" 2="" 3.="" 4="" 70="" acingan="" ada="" adalah="" agar="" air="" akan="" alsium="" asteurellosis="" atau="" azolla="" bab="" badan="" baik.="" bak="" bebas="" beberapa="" bekicot="" berbeda="" berendam="" bergerak="" berikutnya.="" berlangsung="" betina="" bila="" bisa="" bobot="" brooder.="" brooder:="" buat="" bulan.="" bulan="" bulu="" bulunya="" buncit="" bungkil="" buruk="" butuh="" cacing="" campuran:="" cepat="" d="" dan="" dapur="" dari="" daun="" dedak="" dengan="" dewasa="" diare="" diberikan:="" diberikan="" dibersihkan.="" dicacah="" diganti="" ditambahkan:="" ditimbang="" dod.="" dod="" efisiensi="" ekor="" eleksi="" encatatan="" engelompokan="" entok="" fase="" fosfor.="" fosfor="" foto="" gejala:="" giling="" gizi="" grafik="" grower="" hal="" halaman="" halus="" hari.="" harian.="" harus="" hijau="" hijauan.="" hijauan:="" hingga="" ikan.="" ikan="" ini="" intensif="" jadi="" jadwal="" jagung="" jantan="" jenis="" jerami="" jika="" kaki="" kalsium="" kandang:="" kandang="" kangkung="" karena:="" kasar="" keberhasilan="" kebersihan="" kebutuhan="" kecil="" kedelai="" kerangka="" kerdil="" kering="" kesehatan="" kg="" khusus="" kkal="" kolam="" kolera="" konsentrat="" kotor.="" kurang="" kusam="" lambat.="" lantai="" lemah="" lemas="" luas="" lumpuh.="" m="" manajemen="" mandi.="" mandi="" masa="" masih="" masuk="" mati="" mencari="" mendadak.="" menentukan="" menggunakan="" menjaga="" metabolisme="" mineral="" minggu="" minum="" mudah="" mulai="" nergi="" nutrisi="" obat="" olera="" orsi="" otot="" pada="" pakan="" pastikan="" pemanas="" pemberian="" pembesaran="" pemeliharaan="" pencegahan:="" penting:="" penting="" penyakit:="" penyakit="" pepaya="" perawatan="" periode="" perlu="" pertama="" pertumbuhan="" perut="" pesat.="" pisahkan="" protein="" remaja:="" remaja="" rentan="" rotein="" rucah="" sebab="" sebaiknya="" sebanyak="" sebelum="" sehat.="" sekam="" selalu="" semen="" semi="" senang="" setiap="" siapkan="" singkong="" sisa="" tabel="" tambahan.="" tambahan="" tambahkan="" tanah="" tapi="" tempat="" tepat.="" tepung="" terlalu="" terpisah="" tersedia="" tetap="" tiap="" tidak="" tinggi="" tulang.="" tumbuh="" umbaran="" umur="" unggas="" untuk="" utama="" vaksin="" vaksinasi="" ventilasi="" vitamin.="" vitamin="" yang=""> ---
# 📖 BAB 25 – PENUTUP
### 25.1 Kesimpulan
* Entok adalah unggas yang **tahan penyakit, mudah dipelihara, dan bernilai ekonomi tinggi**.
* Dengan manajemen tepat (pakan, kandang, kesehatan), entok bisa menjadi sumber penghasilan berkelanjutan.
* Usaha ini cocok untuk skala rumah tangga hingga industri.
### 25.2 Harapan Penulis
Semoga buku ini bermanfaat sebagai panduan praktis bagi peternak pemula maupun yang ingin mengembangkan usaha ternak entok.
Dengan niat, kesabaran, dan manajemen yang baik, beternak entok bisa menjadi ladang rezeki yang menjanjikan.
### 25.3 Penutup
“**Membangun Harapan dari Seekor Entok** bukan hanya slogan, melainkan bukti bahwa usaha kecil di bidang peternakan bisa menjadi tumpuan ekonomi keluarga bahkan bangsa.”
---5>
Komentar